Sekilas, kedua hal tersebut sama, namun sebenarnya sangat berbeda. Perbedaan sulit dipahami karena keduanya sangat erat hubungannya.
"Seorang pemimpin, untuk berhasil dalam perannya harus memiliki ilmu manajemen." Pernyataan tersebut menjelaskan perbedaannya.
Kepemimpinan adalah melakukan hal-hal berikut ini:
Menentukan prioritas pekerjaan, menciptakan dinamika organisasi, membangun antusias dan kerjasama
Langkah awal adalah perencanaan. Dalam menentukan prioritas perlu disusun rencana kerja yang matang. Perlu ditetapkan rencana jangka pendek, menengah dan lanjutan.
Menghidupkan organisasi dimulai dari tatakelolanya. Bagaimana mengatur agar organisasi tetap berjalan, berkembang dan maju. Bagaimana membangun kerjasama antar anggota, membangun antusias akan kemajuan bersama, sehingga perasaan ikut memiliki timbul dihati para anggotanya. Begitu pentingnya hal ini karena akan mengurangi energi pengawasan.
Pembagian kerja yang sesuai dengan ketersediaan sumberdaya dan kebutuhan yang ada. Kejelian pemimpin menempatkan sumber daya sesuai tempatnya. Bukan karena ikatan emosional semata dalam menempatkan orang-orangnya. Bukan sekedar kaderisasi akan ambisi pribadinya yang ingin tetap memimpin. Penempatan yang profesional.
Megelola organisasi adalah seni mengkoordinir manusia. Harmonis dan tidak harmonis dalam dinamika organisasi merupakan hasil karya pemimpinnya.
Jadi melihat keberhasilan pemimpin dapat dilakukan dengan sekedar melihat dinamika organisasinya. Kegagalan dan kebangkrutan memang bisa diberi kompensasi kesempatan kedua, tetapi Jika tidak mengalami peningkatan pada kesempatan kedua, layak diberhentikan.
Menyatukan visi dan prinsip organisasi
Menciptakan kultur dan budaya organisasi, memberikan tanggung jawab dan wewenang untuk mempercepat pencapaian tujuan
TUGAS PEMIMPIN:
Menentukan strategi dan arah kebijakan untuk mencapai visi
Pemimpin dalam menentukan strategi dapat melakukannya dengan berbagai cara. Tidak harus sendirian dalam mencari rumusan, melainkan memanfaatkan posisinya sebagai orang yang dipercaya memimpin, maka dia bisa memimpin musyawarah untuk menampung usulan-usulan dari bawahannya. Usulan tentang strategi dan arah untuk mencapai visi tidak harus keluar dari seorang pemimpin saja. Walaupun penentunya tetap pemimpin.
Sisi negatif dari cara ini biasanya dimanfaatkan pemimpin yang malas. Yaitu mengakui ide anak buah sebagai idenya. Biasanya ini dilakukan oleh pemimpin yang masih mempunyai atasan untuk meningkatkan nilainya. Tindakan mencuri ide bawahan tidak akan diketahui bila notulen rapat tidak ada. Maka sebaiknya dibuat notulen. Atau secara terbuka bahwa ide yang keluar di rapat jika ditetapkan menjadi keputusan akan disepakati sebagai ide bersama, ini jauh lebih baik dan bukan ide perorangan, apalagi diaku-aku oleh pemimpinnya.
Membangun komunikasi dalam pernyataan dan perbuatan, kepada siap saja yang berhubungan dengan pencapaian tujuan
Membangun komunikasi memerlukan ketrampilan dan pengetahuan. Memahami kondisi, lingkungan serta suasana dimana dia berhubungan dengan siapa saja menentukan keberhasilan tugas ini. Konsisten antara pernyataan dan perbuatan menjadi kuncinya. Saat membangun komunikasi, paling penting dilakukan adalah menciptakan kondisi yang baik, menciptakan lingkungan yang senada dan suasana yang menyenangkan.
Kondisi yang baik memungkinkan jalinan persaudaraan diantara anak buah juga baik, Jalinan komunikasi pemimpin dan anak buah baik. Tidak ada ketakutan tercipta. Tidak perlu ancaman. Karena baiknya komunikasi menjadikan hubungan layaknya saudara. Penghormatan kepada yang dipercaya, dalam hal ini pemimpin, tanpa diminta-minta pasti dilakukan oleh anak buahnya. Maka satu tanda kondisi komunikasi tidak baik jika pemimpin selalu menerapkan ancaman agar ditaati, atau selalu mengeluh merasa tidak dihargai anak buahnya.
Menciptakan lingkungan dan suasana menyenangkan adalah bagian terpenting dari tugas pemimpin. Ini berarti kecakapan dalam koordinasi. Agar menyenangkan yang berlaku bagi semua, tidak ada kekhususan pada orang-orang tertentu yang dekat atau yang disukai saja. Apalagi sampai membuat grup bagi sebagian orang diluar grup resmi yang dibuat untuk sarana komunikasi. Orang-orang yang tergabung dalam grup khusus ini akan merasa mempunyai kekuatan lebih, karena merasa dekat dengan pemimpinnya. Sehingga memandang sejawatnya lebih rendah. Yang lebih buruknya mereka biasanya mengetahui informasi rahasia yang dijadikan seoalah-olah lebih hebat dari yang lainnya. Meskipun sama-sama sebagai anak buah.
Yang begini adalah ciri pemimpin yang tidak bisa membangun komunikasi.
Memberi motivasi saat mendapat hambatan dan membangun semangat baru dengan solusi, perubahan strategi serta memenuhi kebutuhan dasar manusia
Motivasi merupakan dorongan semangat. Pemimpin harus mengetahui kapan saatnya anak buah telah kehilangan semangat, dan kapan saatnya memberikan solusi. Pada tahapan tertentu, kejenuhan, tidak ada progres biasa terjadi. Jika saat seperti ini terjadi, peran pemimpin dalam memberikan motivasi begitu diharapkan. Terutama saat ada hambatan.
Jika terjadi hambatan jangan sampai pemimpin malah mengeluh kesana kemari, tidak mau bertanggung jawab terhadap kesalahan langkah yang dilakukan timnya, tetapi sibuk menyalahkan anak buahnya. Mencari kambing hitam agar nampak paling benar, dan tidak memberikan solusi. Pemimpin demikian akan diacuhkan anak buahnya. Mereka tidak akan memberikan penghormatan atas kepemimpinannya. Bukankah tanggung jawab akan serta merta ditanggung pemimpin jika anak buah mendapatkan hambatan saat menjalankan rencana?. Sebab reward selama ini lebih besar dari anak buahnya, tentu tugas dan tanggung jawabnya lebih besar.Bagi anak buah yang cerdas tentu akan menertawakan perilaku pemimpinnya.
Jika pemimpin mengeluh terlalu besar tanggung jawab yang diemban, dan menginginkan bantuan atau keringanan bebannya, tentu konsekuensinya reward juga harus dikurangi. Itu baru sesuai. Namun jika keluhannya terus menerus, menyalahkannya terus menerus, sedangkan rewardnya tetap bahkan minta naik hanya karena merasa berat, pemimpin demikian tidak patut diberi kewenangan lagi pada periode berikutnya.
Menciptakan perubahan
Pada situasi tertentu, setelah beberapa lama tak berubah, akan menimbulkan kejenuhan. Dan tantangan di luar juga meningkat. Maka diperlukan kreativitas pemimpin untuk menciptakan perubahan. Jika dari waktu ke waktu pemimpin terkesan begitu-begitu saja, sedangkan anak buah mengalami kemajuan yang progresif, maka tantangannya adalah perubahan. Tantangan dari dalam adalah kemajuan pemikiran anak buahnya, sedangkan tantangan di luar adalah kreativitas menciptakan strategi untuk menghadapi perubahan.
Pemimpin yang tidak siap dengan hal ini akan berdampak pada kualitas kepemimpinannya. Stress biasa dialami, apalagi jika tujuan utama hanya mempertahankan posisinya untuk kepentingan pribadinya, tentu tidak akan berhasil.
Kecenderungan pemimpin yang terlanjur enak di posisinya, langkah-langkahnya biasanya hanya sekedar bertahan dari perubahan. Untuk zaman ini perilaku ini jelas sudah tidak sesuai. Karena perubahan relatif cepat terjadi di lingkungan sekitar. Menciptakan perubahan bukan sekedar melayani tantangan perubahan, tetapi memprediksi kearah mana perubahan akan terjadi. Itulah sebabnya dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi melebihi kondisi yang terjadi. Pemimpin yang tidak gagap menghadapi perubahan, pemimpin yang berani mengambil resiko dan mempertanggungjawabkan.
Tugas Manajer
- Menetapkan rencana dan alokasi sumber daya
- Menetapkan orang yang tepat dalam struktural
- Memantau hasil, membandingkan dengan rencaca, mengidentifikasi penyimpangan, membuat perencanaan dan pengorganisasian sebagai solusi pemecahan masalah
- Menciptakan rencana baru

Tidak ada komentar:
Posting Komentar