Laman

Tampilkan postingan dengan label Humanis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humanis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2018

Bijak dalam Media Sosial

Melihat keadaan di Indonesia secara keseluruhan, kita dalam membuat blog atau transaksi elektronik lainnya, alangkah baiknya jika  memfokuskan diri pada tema-tema seperti pendidikan moral, kesetaraan gender, pembangunan sosial dan ekonomi, pemberdayaan muda-mudi, perdamaian, keharmonisan antar agama, musyawarah dan mengenai lingkungan, tema kesehatan dan sebagainya.

Pilihan tema tersebut tentu mempunyai dampak positif dan membangun. Namun jika mengambil tema sebaliknya akan mempunyai dampak negatif bagi kemajuan umat manusia.

Pertimbangan tersebut didasarkan pada persebaran tulisan di media sosial yang tidak tersaring, Siapapun bisa akses asal bisa buka jaringan internet saat ini. Siapapun dari latar pendidikan apapun, sehingga penalaran terhadap tulisan kita akan ditanggapi berbeda. Berdasarkan nalar dan daya tangkap pikiran masing-masing. Satu tema yang sama akan berdampak berbeda jika yang membacanya dari kalangan berbeda.

Selasa, 12 April 2016

Mencari Teladan dari Master of Love and Mercy: CHENG YEN (1)



”Meraih hak-hak kita; ini bukanlah berkah. Jika seseorang tidak bekerja dengan tekun untuk memperbaiki pikirannya selama kehidupan ini, dalam kehidupan berikutnya dia tidak akan dapat lahir dengan kecerdasan yang lebih besar—kita dapat memperkirakan masa depan kita dengan memerhatikan kebiasaan kita saat ini.”


“Namun seseorang yang terlahir dengan kecerdasan yang hebat dalam kehidupan ini, pasti dalam kehidupan sebelumnya dia telah bekerja keras untuk mengembangkan hal ini—kita dapat menelusuri masa lampau kita dengan memeriksa status masa kini kita.”
“Di samping apa yang kita bawa sejak lahir, kita juga harus meneruskan untuk menyerap dan mencerna—-untuk belajar.

Seorang anak dapat terlahir sebagai pembelajar yang cepat, namun bahkan seorang genius harus dididik. Kita telah mendengar bahwa seorang anak berusia tujuh tahun dapat pergi Perguruan Tinggi, namun kita tak pernah mendengar bahwa seorang anak dilahirkan dengan pengetahuan seorang lulusan perguruan tinggi.”

Jumat, 19 Februari 2016

PERSAMAAN HAK antara PRIA dan WANITA

Abdul-Baha’ berkata :
"Umat manusia bagaikan seekor burung dengan kedua sayapnya, yang satu pria dan yang lainnya wanita. Burung itu tak dapat terbang ke langit kecuali kedua sayap itu kuat dan digerakkan oleh kekuatan yang sama.